Polling
Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate
Awfully Chocolate
Harvest Cake
Dapur Cokelat

Hasil Polling

Dimana tempat membeli cokelat favorit Anda?

Death by Chocolate

58(16 %)
Awfully Chocolate
42(12 %)
Harvest Cake
127(36 %)
Dapur Cokelat
127(36 %)


Tren Bisnis Kuliner



 

Meski perubahannya tidak secepat dunia mode, industri jasa boga juga memiliki tren. Jika Anda tertarik ‘nyemplung’ di bisnis ini, kenali dengan baik tren dan kebutuhan pasar setempat!

Bicara soal industri kuliner 5 tahun terakhir, tak bisa lepas dari peranan media yang menyuarakan acara kuliner dalam genre berbeda. Acara masak yang hanya mengajari pemirsa memasak di dapur? Itu sih tren sekitar 10 tahun yang lalu. Di acara kuliner pada masa itu itu, nama Rudy Choirudin atau Sisca Soewitomo pun melejit bak selebriti yang dipuja banyak wanita (terutama ibu-ibu). Ya, acara kuliner kala itu memang lebih banyak jadi tontonan favorit ibu-ibu paruh baya.

Kini, coba cek jadwal acara di televisi. Acara kuliner dikemas makin variatif. Diawali oleh acara masak Bara Pattiradjawane yang tampil dalam format berbeda. Masak gaya Bara terkesan santai, mudah, dan tak banyak aturan. Pilihan resepnya pun ‘lebih muda’ sehingga acara ini terbilang sukses menggaet penonton yang berusia lebih muda. Selanjutnya, yang bisa dibilang paling fenomenal adalah si mak nyuss alias Bondan Winarno. Berkat acara kulinernya yang bergerilya mencari aneka jajanan yang lezat, penikmat acara kuliner televisi pun kian bertambah. Bahkan usia dan jenis kelamin tak lagi jadi batasan. Siapapun bisa tergiur melihat lahapnya suapan Bondan saat sedang mampir ke sebuah tempat makan rekomendasinya.
Selanjutnya, Anda bisa melihat sendiri, tren dunia kuliner pun mengalami pergeseran. Terprovokasi oleh mak nyuss-nya Bondan, kebiasaan makan di luar pun jadi naik daun. Berburu tempat jajanan tak lagi hanya sebatas kebutuhan mengisi perut, tetapi menjadi bagian dari hobi dan sarana penghilang stres. Pada masa inilah, industri jasa boga tumbuh bak jamur di musim hujan.

Resto Indonesia makin berjaya

Istilah wisata kuliner sempat mengalahkan, atau paling tidak menyamai, pamor wisata belanja atau wisata jalan-jalan. Tiap ada kesempatan, saat weekend atau waktu-waktu santai saat pulang kantor, orang berbondong-bondong berburu makan enak. Tempat mana yang jadi pilihan, tergantung mood dan rekomendasi yang didapat. Toh, mencari info tempat makan enak sama sekali tidak sulit, dari TV, koran, majalah, internet, hingga buku khusus wisata kuliner. Di Internet, blog atau website pribadi yang bercerita tentang pengalaman si pemilik blog saat mengunjungi sebuah tempat makan, juga bisa dijadikan sumber ide.

Jika diamati, bisnis jasa boga pun punya tren, seperti halnya dunia fashion. Tren wisata kuliner yang mewabah di masyarakat menjadi peluang yang tentu saja ditanggapi dengan sukacita oleh industri jasa boga. Seolah menemukan pencerahan, bisnis restoran pun ramai bermunculan, memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin aktif mencari ‘mangsa’ untuk memuaskan hasrat makan enak. Lokasinya juga tak harus berada di tengah kota yang strategis dan mudah dijangkau, para penikmat makan rela menempuh jarak jauh, demi memenuhi rasa penasaran.

Bisnis makanan memang tak akan pernah mati. Alasannya sederhana, karena untuk bisa tetap hidup, orang pasti butuh makan. Di antara banyaknya tempat makan, mulai dari kelas kaki lima, warung sederhana, hingga restoran mewah, masing-masing tentu perlu punya keistimewaan supaya ‘terlihat’ oleh konsumen. Si pemilik tempat makan harus mampu membangun image positif yang direalisasikan lewat kelezatan makanan ataun konsep yang unik dan berbeda.

Kembali ke selera asal. Itulah tren yang sedang terjadi di peta kuliner Indonesia saat ini. Tempat makan yang mengusung menu daerah, melesat bak meteor. Kalau dulu makanan daerah yang diterima secara nasional paling-paling hanyalah masakan Padang (Anda bisa menemukannya di daerah manapun), Warteg alias Warung Tegal, dan masakan Sunda, kini masakan daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sulawesi, hingga Kalimantan pun berani menawarkan kelezatan kulinernya di Jakarta dan kota besar lainnya.

Selain dari urusan menu makanannya, tren bisnis restoran belakangan ini mengarah pada konsep dan tata ruang yang modern dan nyaman. Makanan yang lezat, plus suasana resto yang keren merupakan nilai tambah yang meningkatkan daya tarik reto tersebut. Aktivitas makan di luar sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Makan tak sekedar untuk mengisi perut, tapi juga sebagai sarana sosialisasi, networking, dan relaksasi. Tak heran jika selain bicara soal makanannya, suasana resto yang nyaman, seringkali jadi alasan mengapa suatu tempat makan ramai diburu orang.

Dulu, tempat makan yang bagus didominasi oleh sajian mancanegara yang hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil orang lokal dan sebagian besar komunitas mancanegara. Lokasinya pun terpusat di area tertentu, di pusat kota. Kini, coba Anda browsing ke sekeliling, restoran mewah yang menyajikan menu khas Indonesia semakin banyak bermunculan. Dengan konsep resto yang modern dan nyaman serta makanan yang ditata cantik, rasanya tak sulit bagi resto Indonesia untuk bersaing dengan resto asing.

Selain makanan Indonesia, resto yang menyajikan makanan sehat, seperti misalnya resto organik, pun makin banyak dilirik. Gaya hidup sehat dengan memilih makanan sehat, bagi sekelompok orang, sudah menjadi kebutuhan. Hal ini tentunya terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar lain, yang masyarakatnya sudah lebih ‘melek’ informasi dengan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.

Tren roti Asia

Kalau dari bisnis restoran, masakan Indonesia yang tengah naik daun, lain lagi dengan tren bisnis bakery di Indonesia. Boleh dibilang, perkembangannya yang sangat pesat terjadi setelah masuknya sebuah bakery waralaba dari Singapura yang muncul dengan ide roti baru dengan konsep toko yang beda.

Kehadiran roti di Indonesia diperkenalkan zaman dulu oleh bangsa Belanda. Roti Eropa yang cenderung berkestur keras dan hambar, telah mengalami modifikasi menjadi roti bertekstur empuk dengan isi yang awalnya lebih banyak bercita rasa manis. Perbedaan ini karena di negara asalnya, roti disantap sebagai makanan pokok sehingga cita rasanya harus netral saat berpadu dengan aneka lauk atau sup.

Indonesia menikmati roti sebagai snack, sehingga ukuran roti dibuat lebih kecil dengan ragam rasa yang bermacam-macam. Meski belum menjadi kebutuhan pokok seperti halnya nasi, menyantap roti sebagai salah satu menu sarapan atau selingan pada beberapa kalangan sudah menjadi kebiasaan. Jenis-jenis isian roti pun tak melulu yang manis seperti cokelat, selai nanas, kelapa, atau selai sarikaya, roti isi daging ayam atau sapi juga banyak diminati.

Hingga kini, sejak 5 tahun terakhir, muncul genre roti baru yang digandrungi banyak orang. Tren roti Taiwan melanda warga kota besar, terutama ibu kota. Roti yang biasanya diisi di bagian tengah, berubah wajah dengan meletakkan isi justru sebagai topping (di atas permukaan roti). Penampilan roti tentu semakin menggiurkan. Seperti make up yang menghiasi wajah seorang model, topping pada roti Taiwan juga mempercantik ‘wajah’ roti masa kini.

Selain perbedaan letak isi roti, roti Taiwan pun memiliki tekstur yang sangat ringan. Secara fisik terlihat besar tetapi tidak membuat kenyang berlebih karena tekstur bagian dalamnya ‘kosong’. Perbedaan metode pembuatannya membuat tekstur roti ini berbeda.

Konsep open kitchen yang ditawarkan sebuah bakery waralaba terkenal pun memberi warna baru dalam penataan toko roti di Indonesia. Bisa melihat sendiri proses pembuatan roti favorit hingga siap disantap, tentu menjadi tontonan asyik bagi para pembeli. Selanjutnya, industri bakery yang menghadirkan jenis roti Taiwan pun semakin banyak bermunculan. Bahkan, untuk menangkap tren ini, bakery-bakery lama pun tak kalah kreatif dalam membuat variasi topping pada rotinya. Tak hanya itu, pembuat roti rumahan yang biasa menawarkan rotinya berkeliling (tidak punya toko) juga ikut menjadi ‘korban’ tren roti isi ala Taiwan.

Bisnis katering

Sebagai bagian dari industri kuliner, bisnis katering pun ikut ‘bergolak’ beberapa tahun terakhir. Mengikuti tren makanan, jasa katering pun berkembang selaras. Terutama untuk katering yang melayani menu makan untuk acara pernikahan. Variasi makanan yang ditawarkan berkembang pesat, menu buffet hingga gubuk-gubukan pada acara pernikahan, pilihannya makin variatif.

Sajian Indonesia pun ikut dieksplorasi oleh bisnis katering. Menu-menu baru khas Indonesia yang dulunya kurang populer, perlahan mulai ‘naik pangkat’. Penyajian dan piranti sajinya pun ikut bergaya.

Katering makanan sehat
-termasuk juga makanan organik- atau makanan khusus bagi penderita penyakit tertentu juga marak berkembang. Walau pasarnya mengerucut, namun tren ini semakin dicari. Berbekal panduan dokter gizi atau ahli gizi, menu-menu khusus diciptakan untuk menyasar kalangan tertentu yang membutuhkan. Menu katering pun tak lagi hanya berisi lauk pauk untuk makan utama,
Katering-katering khusus masa kini, menyiapkan satu paket makanan mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup yang sudah diatur dan diperhitungkan. Lengkap dengan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya. Bahkan ada juga menu yang disiapkan khusus untuk mengatur pola makan Anda yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Pendeknya, jasa katering kini sudah sangat personalized, sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Mel

| 2010-01-20





Tips Simpan Daging Beku

Tips Thawing Bahan Pangan

Tips Penanganan Starter Yoghurt

Hantaran & Hidangan Lebaran Populer Daerah

Beragam Cita Rasa Minuman Daerah

Lebih dekat dengan Pasta

Mampir ke surga olahan pasta ekonomis

Kepincut Sedapnya Masakan di Mkt Steak

All Pasta Dining at Warung Pasta

W-Miitem Si Hitam yang Memikat

Melirik sukses dapurnya Dapur Cokelat

Cokelat Kematian ala Dbc

Citarasa Cokelat Perancis di Kemang

Cimory Patisserie

Sehat dengan Gado

Perpaduan Sunda-Bali di Bukit Gumati

Kembang Desa yang Mempesona

Sensasi Timur Tengah Ala Mid East Resto

Shrimp Mixed Vegetable

Grilled Salmon Teriyaki Sauce

Roasted Shrimp

Yoghurt parfaits

Simple Oatmeal with Mixed Fruit

Ribuan Bingkisan untuk Ibu dari ABC Dapur Peduli

Ragam Olahan Kedelai Sumber Isoflavon

Membidik Pasar Horeka di Indonesia Timur

Manajemen Parador Siap kelola 99 Hotel

Festival Kuno Lan Kini dalam Peluncuran Teh SariMelati

Memulai Tahun Bersama Festival Buah Nusantara di Lotte Mart

Nikmatnya ”Kraca” untuk Berbuka

launching buku"Smart Eating: Nutritious & Delicious"

Ongol ongol

cenil

Tongkol Masak Bumbu Tomat

Laksa Serabut Ayam

Chef I Made Sutisna Juarai ‘Fonterra Pastry Challenge 2011’

Bersiap untuk Indonesia Chef of The Year 2012

FHT Bali Siap Digelar

Pengunjung Mulai Memadati Pameran FHT 2012

Hari Kedua: Chef Vindex Persembahkan Meat Ball

Berkenalan dengan Kuliner Khas Sulawesi

Jelajah Kuliner Khas Batak

Icip-icip Kuliner  Kota Pahlawan

Jelajah Kuliner Kota Tahu

Berwisata Kuliner Jogja

Sensasi Kuliner Khas Aceh

Telusuri Kuliner “Langka” dari Kota “Laka-Laka”

Semarang, Surga Kuliner bagi Wisatawan

Konsumsi Daging Merah Cegah Penyakit Kelainan Darah

Kuliner Purworejo

Eksplorasi Kuliner Bandung

Pempek

Si Manis yang Cantik dalam Popular Sweet Delight

Mengapa HACCP Penting untuk Jaminan Keamanan Pangan?

Steak Daging Premium Hadir di Tamani Kafe Grill

Picu Kreatifitas dengan Minum Teh

CHEF OF THE YEAR 2012 – BABAK SEMIFINAL PUTARAN KEDUA – BANDUNG

Fonterra Foodservices Selenggarakan Pastry Master Class

Kartika Chandra Sajikan Festival Masakan Sunda

Hasil-hasil Semi Final Chef of The Year 2012 Area Surabaya 

Inilah Chef of The Year 2012 !!

One Stop Entertainment Ala Fourties Resto Wine House KTV Kemang

Apa dan Bagaimana HACCP untuk Industri Jasa Boga

Tamara Cintai Dunia Kuliner

Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang

Bandung Menjadi Tuan Rumah Asia Tourism Forum

Mayumi, Produk Baru dari Ajinomoto

Makan Buah Dukung Hidup Sehat dan Aktif

Malam Romantis Ditemani Teh Hangat

Chef Marco Pierre White  Berbagi Ilmu dengan Pemenang Chef of the Year 2012

Menerapkan Diet Mediterania untuk Hidup Lebih Sehat

Jelajahi Kekayaan Khasanah Kuliner Nusantara di Jakarta Fashion & Food Festival 2012

Menyambut Bogor Organic Fair 2

Bagaimana Memulai Bisnis Bakery?

Royco Lahirkan Bumbu Komplit

Culinary Challenges di SAGES Institute

Pameran Bergengsi: Tea Fair,  kembali digelar di Bulan Agustus

Sajian Ala Kaisar Cina di Taste Paradise

Keamanan Pangan di Bisnis Horeca, Sistem Kontrol dan Penerapannya

Kreasi Masakan Keluarga Harus Penuhi Aspek '3J'

Festival Buah Nusantara dari Nusa Fresh

Ajang Kompetisi Bergengsi, Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Mencermati Status Kebenaran Produk Pangan Organik

Tanaman Herbal tidak Sekadar untuk Jamu

Pemenang Fonterra Pastry and Cooking Challenge 2012

Terapkan Pola Hidup Sehat dengan Biasakan Sarapan

Festival Buah Nusantara Resmi Dibuka.

Program ABC Dapur Peduli Kembali Digelar Ketiga Kalinya

Mi jagung: pilihan alternatif diversifikasi pangan

Daging dan Telur Ayam Bantu Maksimalkan Perkembangan Otak Anak

Triple Opening Ceremony Cimory Group

Es Teler 77 Pecahkan Rekor MURI

Membiasakan Konsumsi Protein Hewani Sejak Kecil

Songsong Ramadhan, Dibuka Pusat Konsultasi Kesehatan Lambung

Berkreasi dengan Buah

Varian terbaru Wall’s Dung Dung dalam Kedai Dung Dung

De Rainbow District, Kreasi Hidangan Spesial Magnum Cafe 

Memasak dan menyiapkan paket berbuka bersama ABC Dapur Peduli

Jaga Kesehatan dengan Minum air bersih

La Piazza Suguhkan Arabian Night Food Festival

Mewaspadai Pangan Kadaluarsa

Demo Masak Bersama Chef Mary Cech dan Jill Sandique

Menu Baru Hoka Hoka Bento Bersama Buavita

Wall's Perkenalkan Es Krim Magnum Gold Rasa Cokelat Vanilla

Ajinomoto Tingkatkan Kapasitas Produksi Masako®

Hong Kong Houseware Fair : Asia’s Biggest Houseware Event

Kampanye “MANGGA MANIA” bersama Nusa Fresh

Kecap Bango Songsong Hari Raya Idul Adha

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi

Wanita Indonesia Rentan Osteoporosis

Fortifikasi Pangan di Indonesia

Merancang Generasi Masa Depan yang Cerdas 

Yuk Lebih Tahu Aneka Sosis!

Kebutuhan Sumber Protein bagi Kesehatan Tubuh

Gembira Ria Bersama Qtela Kerupuk

Premix = Basic Recipe

Pemecahan Rekor 280 Masakan Berbahan Daging Ayam

Gubernur Jokowi Dianugerahi Pejuang Pencegahan Osteoporosis

Paket Hidangan Qurban untuk Dhuafa

Yuk, Bijak Memilih Minyak Goreng !

Hindari Obesitas Sentral

Tubuh Ideal: Langsing atau Berotot?

Asian Fusion: Padu Padan Cita Rasa Asia dan Eropa

Nutricosmetic, Mewujudkan Kecantikan dari Dalam

Tren Diversifikasi Pangan Indonesia

Mengenal Aneka Jenis Roti

Serunya 9.080 anak Bikin Pizza di “Pizza Maker Juniors”

The Berries Family

Lapis Legit, Kekayaan Kuliner Bangsa Indonesia

The Park Lane Hotel Terima Sertifikasi HACCP dari Mbrio

Manfaat Lemak Bagi Tubuh

Tips Membuat Dashi ala Chef Kondo

Mari Membuat Donauwellen

Snack Praktis untuk Buah Hati

Cara Menjaga Mutu Minyak dalam Usaha Kuliner

Populerkan Kue Tradisional Indonesia

Lomba Makan Sushi Bersama Sushi Tei Indonesia

Kurangi Asupan Garam dengan Cara yang Menyenangkan

Eksplorasi Manfaat Umami

STP Bandung Susun Buku Kuliner Nusantara

Grand Baking Demo Bersama Chef Wallace

Membuat Jus Wortel Lebih Nikmat & Bergizi

Beef Steak Tempo Doeloe

SPICY CHICK KREMES

KUNG PAO FIESTA KEECHO

Membuat Bitter Ballen

Fungsionalitas Santan

Pentingnya Bread Improver

Prospek Bisnis Produk Olahan Susu

Strategi Meningkatkan Keuntungan Bisnis Restoran dan Kafe

Jaga Kesehatan dengan Asupan Makanan





 
created by kulinologi.biz 201